so beautiful, so colourfull

so beautiful, so colourfull

Tak hanya penyanyi Agnes Monica saja yang go international, ternyata waralaba bakso malang 'Cak Eko' juga ingin merambah dunia internasional. Waralaba milik Henky Eko Sriyantono yang akrab disapa Cak Eko ini ingin go international ke negara-negara ASEAN.
Cak Eko mengatakan rencananya untuk go international ini akan direalisasikan tahun 2010 ini. Namun rencananya ini tidak begitu mulus, dirinya sedang ngebut memenuhi persyaratan legal dan transfer pengetahuan.
"Karena harus transfer knowledege, legal, jadi 6 bulan itu paling cepat," katanya saat ditemui detikfinance di Franchise Expo di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (6/3/2010).
Maju terus pantang mundur adalah kalimat tersebut yang pantas terlontarkan untuk Henky Eko Sriyantono atau biasa dipanggil Cak Eko. Sepuluh kali gagal dalam berbisnis, rupanya tidak mengalahkan semangatnya untuk kembali memutar modalnya dalam dunia tersebut.
Cak Eko memulai bisnis bakso malangnya di sebuah pelataran Pujasera di Jatiwarna, Bekasi, Jawa Barat sekitar tahun 2006 dengan bermodalkan Rp 2,5 juta.
"Saya itu menjalankan bisnis dengan modal-modal kecil, tapi frustasi mah pasti pernah, modal jualan bakso awalnya Rp 2,5 juta. Saya cuma bikin gerobak, numpang di pujasera,bagi hasilnya 60% untuk saya 40% untuk yang punya tempat," ujarnya.
Sebelumnya, Cak Eko pernah merambah bisnis pakaian muslim, tanaman jahe, katering, kerajinan barang atik, dan sebagainya. Namun, karena penerimaannya tidak berjalan dengan lancar, dia menghentikan bisnis tersebut. Dengan bermodalkan hobi masaknya sejak SMA, Cak Eko mulai berinovasi ke dunia kuliner dengan membuat usaha bakso Malang tersebut.
"Gagalnya itu mungkin segmen yang saya bidik kurang, waktu katering karena konsumen bosan dengan menu yang saya putar-putar, cash flow-nya tidak harian jadi tidak lancar," ceritanya.
Hanya dalam kurun waktu 10 bulan, bisnis bakso Cak Eko berkembang dengan pesat. Sekitar Oktober 2006, dia mulai mengembangkan brand-nya melalui sistem franchise. Hingga saat ini sekitar 120 outlet Bakso Malang Kota "Cak Eko" tersebar di Indonesia.
"Alasannya untuk memperkenalkan brand dan bagi-bagi rezeki," tuturnya.
Untuk outlet yang tersebar itu, dirinya memberikan bakso dan olahan siomay dan batagor dengan bumbu-bumbu yang telah disiapkan secara instan dalam bentuk bubuk. Terdapat 3 tempat produksi untuk memenuhi permintaan dan suplai ke outlet-outlet.
"Ada 3 tempat produksi, Surabaya untuk menyuplai ke Indonesia Timur, Sidorjo untuk Indonesia Tengah, dan Jakarta untuk Indonesia Barat. Resep rahasia ada keluarga yang saya percaya untuk meng-handle di 3 tempat itu jadi karyawan tidak tahu,"ungkapnya.
Kesuksesan Cak Eko membuat dirinya dipanggil untuk berbagi pengalaman dalam sekolah enterpreneurship bersama Rhenald Khasali. Dia bergabung dalam sekolah ini agar tidak ada orang yeng mengalami pengalaman buruk seperti dirinya dalam berbisnis.
"Supaya mereka tidak mengalami hal yang sama dengan saya sampai 10 kali gagal," kenangnya.
Menurut Cak Eko, kegagalan dalam berbisnis itu bisa disebabkan beberapa hal, seperti kesalahan memilih mitra. Selain itu, bisnis yang pendapatannya tidak harian juga bisa berpotensi kegagalan. Begitu pun karena tidak memisahkan keuangan pribadi dengan bisnis.
"Saya waktu itu tidak memisahkan uang pribadi dan usaha, jadinya kacau," jelasnya.
Cak Eko mengimbau dalam berbisnis, jika terjadi kenaikan harga, sebaiknya pebisnis jangan terlalu terburu-buru menaikkan harga, karena daya beli masyarakat belum tentu naik. Selain itu, pemula sebaiknya jangan terpengaruh dengan iming-iming keuntungan besar dalam berbisnis padahal mereka tidak tahu ilmu mengenai bidang yang akan digelutinya itu.
"Banyak yang tidak tahu ilmu langsung terjun, hanya diming-imingi keuntungannya karena saat ini banyak yang ingin sukses secara instan, prosesnya tidak dilewati langsung lompat-lompat saja. Ini yang jadi masalah," jelasnya.
Untuk mengatasi kompetitor, Cak Eko menyarankan untuk memberikan perbedaan dalam kualitas produk. Hal ini memerlukan inovasi. Selain itu, perlunya penguatan brand melalui promosi.
"Untuk mengatasi kompetitor, menciptakan perbedaan dengan kompetitor melalui kualitas dan promosi. Kuncinya di inovasi dan menjaga kualitas," ujarnya.
Posted by Kiasati On 9:25 PM No comments READ FULL POST

USA - Mengacu pada makin tingginya tingkat perceraian yang terjadi, seorang pastor di Florida, Paul Wirth, menciptakan 'The 30-Day Sex Challenge'. Tantangan bercinta selama satu bulan ini dimaksudkan agar pasangan suami istri yang sibuk bisa menyedikan waktu untuk bercinta setiap hari.

Tantangan ini mungkin bisa jadi resolusi paling mudah tahun ini. Pasalnya, berhubungan seks lebih sering dianggap bisa memberikan banyak manfaat buat Anda dan pasangan.

Tidak hanya membuat Anda merasa lebih dekat dengan pasangan Anda, tapi bisa juga mencegah segala macam penyakit. Sebuah penelitian menemukan, menjalani seks lebih sering bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh.

Selain itu, pasangan yang lebih sering melakukan adegan 'nakal' di ranjang cenderung akan lebih ramping daripada pasangan yang jarang bercinta. Berdasarkan hasil penelitian, bercinta bisa membakar 50-60 kalori.

Cobalah ajak pasangan untuk membuktikannya. Menjalani aktivitas bercinta setiap hari selama satu bulan ini juga dapat mengusir kebiasaan buruk. Seperti merokok, dan mengonsumsi cokelat. Hasilnya pun memang benar-benar mengejutkan.

Seringkali, memang sulit menyediakan waktu untuk bercinta bersama pasangan. Hal ini karena dipengaruhi oleh rutinitas terlalu padat. Sehingga rasanya Anda atau pasangan tak punya waktu berduaan, meski hanya 30 menit sehari. Maka itu, ketika Anda sedang menyortir beberapa agenda rutin Anda, coba selipkan satu gagasan penting menyediakan waktu setiap hari selama 30 hari untuk merasakan efek dari tantangan ini.

Bagaimana dengan Anda? Apa Anda dan pasangan tertarik mempraktekkan tantangan ini?

Cak CR: lha klo mens gimana dunk....?
Posted by Kiasati On 9:16 PM No comments READ FULL POST

KEHADIRAN MarkPlus Strategic Forum yang menyelenggarakan pertemuan bulanan di Mercantile Athletic Club Jakarta merupakan "billboard".

Waktu itu, saya hanya berpikir sederhana. Seperti yang sudah terjadi di Surabaya, forum akan menunjukkan eksistensi MarkPlus di suatu kota. Bukankah billboard memang lambang eksistensi suatu brand di sebuah kota? Karena itu pula, banyak perusahaan berebut lokasi billboard di pusat kota atau di dekat Bandara.

Begitu juga seharusnya fungsi forum di Jakarta, Bukti eksistensi MarkPlus di Jakarta. Walaupun kantor merangkap tempat tinggal saya berada di sebuah ruko di Duta Merlin. Lantai empat untuk tempat tinggal saya, lantai tiga untuk tempat tinggal pembantu, lantai dua untuk kantor, dan lantai satu untuk garasi mobil. Pokoknya satu ruko dipakai untuk segala macam.Ketika Vivi Jericho akan pindah ke Jakarta menjadi staf pertama, maka di Surabaya, Rosalina mulai bergabung. Karena Kantor sangat tidak proper dan staf hanya satu, saya tidak berani menerima tamu di kantor Jakarta. Apalagi, ruko saya itu ada di Kompleks Duta Merlin bagian belakang yang kumuh dan dekat kampung.

Di sisi lain, saya harus membangun reputasi MarkPlus di Jakarta. Karena itu, saya hanya menerima tamu di Mercantile Athletic Club, World Trade Center. Walaupun duit pas-pasan, tapi saya memaksa diri jadi anggota club tersebut. Demi gengsi !

Perjuangan saya di Jakarta pada saat awal sangatlah tidak mudah. Klien consulting pertama adalah Bogasari. Pak Herman Djuhar, bos Bogasari Surabaya adalah orang yang membawa beliau ke sana. Dan pekerjaan pertama yang ada adalah menata salary range para karyawan. Sangat jauh dari Marketing lazimnya. Tapi karena begitu kuatnya keinginan memiliki proyek di Jakarta, saya nekat menerima pekerjaan itu.

Ketika di Sampoerna dulu, saya pernah mengalami jadi klien dari sebuah perusahaan konsultan yang menangani hal itu. Waktu itu, pak Putera Sampoerna sedang menata organisasi Sampoerna lengkap dengan job grade dan salary range-nya. Jadi saya, paling tidak pernah pengalaman jadi klien. Bukankah Lou Gerstner, ketika diminta menata kembali IBM, juga tidak mengerti apa-apa tentang komputer? Dia cuma pernah jadi klien IBM.

Saya juga pernah "jatuh cinta" kepada fungsi SDM. Karena konsultan SDM sudah banyak, saya memutuskan mendalami marketing yang memang tidak ada pesaing waktu itu. Selama di Sampoerna, saya juga aktif di organisasi profesi SDM di Surabaya.

Di situlah saya berkenalan dengan Pak Ibnu Hadjar yang waktu itu juga Manager SDM Unilever di Surabaya. Pak Ibnu kebetulan juga ketua RT di Prapen Indah, kompleks rumah saya ketika sudah mampu pindah dari Kapasari Gang 5 Nomor 1. Kalau kebetulan tugas jaga malam sama-sama, kami jadi sering mengobrol.

Kami semakin akrab ketika saya diminta Putera Sampoerna untuk merekrut lebih dari seratus salesman distribusi dari Unilever. Waktu itu, Unilever sedang melakukan re-organisasi dengan melakukan perampingan jumlah karyawan. Supaya tidak terjadi gejolak, maka karyawan tersebut disalurkan ke perusahaan lain. Di situlah saya melihat kepiawaian Pak Ibnu di bidang SDM. Dia belajar dari pengalaman panjang di Unilever dan dari berbagai program pendidikan eksekutif.

Pada waktu saya mendapat pekerjaan dari Bogasari, saya langsung ingat pada Pak Ibnu yang memang sudah pindah bekerja di Unilever Jakarta. Saya kontak beliau untuk membantu proyek di Bogasari. Karena masih aktif di Unilever, Pak Ibnu hanya bisa bekerja di luar jam kantor plus Sabtu dan Minggu.

Bagi saya, proyek di Bogasari merupakan tantangan terbesar. Kalau gagal harus balik Surabaya, kalau berhasil terus di Jakarta. Apalagi, ketika itu perusahaan Salim benar-benar seperti sebuah "business empire". Jadi Bogasari bisa jadi pintu masuk untuk perusahaan Salim yang lain. Tidak ada kata lain, harus sukses !

Menangani masalah SDM sangatlah rumit, karena berhadapan dengan situasi organisasi internal. Apalagi organisasi sebesar Bogasari yang sudah lama ada. Setiap perubahan organisasi, termasuk job grade dan salary range-nya selalu menimbulkan pro dan kontra. Yang jadi lebih baik akan mendukung, yang jadi lebih tidak enak pasti menolak.

Selama setahun saya harus pulang pergi Jakarta-Surabaya karena Bogasari ada di dua tempat. Ketika itu, saya hanya men-charge fee bulanan tetap plus flight dan akomodasi di Jakarta. Cara itu win-win untuk kedua belah pihak.

Saya bisa punya proyek berskala nasional, sedangkan Bogasari hanya cukup bayar gaji seorang freelancer. Buat saya, yang penting bisa survive dan ada yang menanggung biaya mondar-mandir Surabaya-Jakarta. Dengan demikian, saya juga punya kesempatan memperluas network di Jakarta.

Di Bogasari inilah, saya kemudian berkenalan atau bertemu dengan bos-bos besar Salim Group. Termasuk pak Frankie Welirang yang baru kembali dari studinya di Jerman dan berhubungan dengan saya di akhir proyek di tahun kedua.

Akhirnya, setelah bekerja keras selama lebih dari setahun, saya merampungkan struktur organisasi, job grade dan salary range. Pengesahan dilakukan di suatu rapat direksi dan disahkan langsung oleh Presdir Pak Sudwikatmono. Kali ini, Pak Dwi cukup puas dengan pekerjaan saya, walaupun pada awal proyek meragukan konsultan asal Surabaya. Beliau bahkan sempat meminta saya untuk me-review sedikit kelompok perusahaannya.

Pak Ibrahim Risyad yang waktu itu juga jadi salah satu direktur juga sempat minta saya melihat kelompok perusahaan keluarganya. Empat Sekawan, yaitu Om Liem, Djuhar Sutanto, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risyad memang benar-benar kompak. Kantornya selalu jadi satu di Bogasari, walaupun masing-masing punya kelompok perusahaan sendiri. Merela berempat sudah seperti keluarga sendiri, saling percaya satu sama lain.

Saya juga melihat bagaimana Om Liem merupakan figur senior yang sangat direspek oleh rekan-rekan bisnis yang lain. Yang hebat, walaupun waktu itu Bogasari merupakan satu-satunya pabrik tepung terigu, tapi mereka bekerja sangat efisien. Ongkos kerja yang diberikan pemerintah dibatasi karena waktu itu misi Bogasari adalah mencukupi suplai tepung terigu di Indonesia. Karena itu, produktivitas dan efisiensi jadi prioritas utama.

Budaya Perusahaan yang disiplin serta teamwork yang baik juga ada di situ. Karena itu, Bogasari tidak pernah mengalami pemogokan. Employee satisfaction adalah kuncinya. Employee adalah internal customer yang harus dipuaskan supaya produktivitas jadi maksimal.

Buat saya, ketika menangani proyek Bogasari, saya pakai prinsip internal marketing. Job Grading adalah internal segmentation yang harus ditawari benefit yang berbeda beda. Di external marketing, benefit adalah produk yang sebaiknya memang berbeda untuk masing-masing segmen.

Buat saya hubungan antara karyawan dan manajemen ya sama dengan hubungan antara pelanggan dan perusahaan. Harus saling memuaskan secara jangka panjang. Kalau tidak? Biayanya akan mahal untuk merekrut karyawan atau pelanggan baru.

Jadi? Ada mirroring effect antara human resources dan marketing.

Nah, kekuatan sistem SDM yang bagus di Bogasari itulah yang merupakan tenaga dalam. Sehingga begitu pasar dibuka, mereka sudah sangat siap untuk bersaing dengan para kompetitor, baik pabrik lain maupun Importer.

Saya merasa beruntung pernah ikut membantu Bogasari yang merupakan Pabrik terbesar (Jakarta) dan kedua terbesar (Surabaya) di dunia.

Dan karena itu pula, sesudah tuntas di dua kota itu, saya juga diminta melakukan hal yang sama di Makassar yang waktu itu namanya masih Ujung Pandang. Dengan demikian, dalam waktu lima tahun sejak didirikan pada tgl 1 Mei 1990, MarkPlus sudah jadi nasional. Terima kasih Pak Herman Djuhar yang membukakan "pintu" untuk saya.(*)
Posted by Kiasati On 11:12 PM No comments READ FULL POST

BERN - Kian banyaknya remaja puber yang melakukan hubungan seksual tidak aman membuat pemerintah Swiss kewalahan. Otoritas setempat tak ingin angka kehamilan di luar nikah -apalagi yang diikuti aborsi- terus membumbung. Jalan pintas untuk mengatasinya, dibikinlah kondom berukuran kecil.

Sarung pengaman ukuran spesial tersebut dianggap penting. Itu berdasar polling yang melibatkan 12.970 remaja usia 13-20 tahun. Kesimpulannya, seperempat responden malas menggunakan kondom lantaran ukurannya terlalu besar bagi mereka sehingga mengurangi kenyamanan.

Diameter kondom standar 5,2 sentimeter. Nah, menjawab kebutuhan konsumen khusus tersebut, akhirnya dibuatlah Hotshot yang berdiameter 4,5 sentimeter. Meski demikian, keduanya mempunyai panjang yang sama, yakni 19 sentimeter.

Hotshot yang akan dipasarkan dengan harga GBP 4,70 (Rp 65 ribu) per pak berisi enam itu dibuat Lamprecht AG, perusahaan kondom ternama di Swiss. Nysse Norballe, juru bicara Lamprecht AG, menyatakan bahwa untuk saat ini Hotshot baru dipasarkan untuk Negeri Arloji itu. Namun, sangat terbuka peluang dijual juga di negara-negara lain.

''Inggris akan menjadi prioritas utama kami,'' jelasnya sebagaimana dikutip Telegraph. Negeri kerajaan tersebut menjadi pasar paling menarik karena kasus kehamilan remajanya tertinggi di Eropa.

Di Swiss hubungan seksual di luar pernikahan dilegalkan, asal berusia minimal 16 tahun. Meski demikian, mereka yang lebih muda tiga tahun pun mendapat kelonggaran. Remaja 13 tahun juga boleh melakukan hubungan seksual tanpa takut dipidanakan.

ABG ingusan yang menyalurkan hasrat seksualnya secara bebas kepada lain jenis menunjukkan tren naik. Berdasar data Komisi Federal untuk Anak dan Remaja, jumlah remaja usia 12-14 tahun yang ngeseks bertambah banyak jika dibandingkan dengan periode 1990-an. Dalam penelitian tersebut, mereka mewawancara 1.480 orang berusia 10-20 tahun.

Badan Keluarga Berencana dan Swiss Aids Federation juga mendorong produksi Hotshot, setelah dilakukan sejumlah penelitian. Termasuk oleh Pusat Pengembangan dan Psikologi Kepribadian, Basel University.

''Hasilnya mencengangkan. Sebagian remaja laki-laki melakukan tindakan yang berisiko. Mereka cenderung tidak melindungi diri mereka sendiri. Mereka juga tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang seks. Tidak tahu konsekuensi dari apa yang dilakukannya dan meninggalkan pasangan mereka untuk mengurusi sendiri konsekuensi perbuatan mereka,'' papar ketua penelitian, Nancy Bodmer.

Pada 1999 pemerintah setempat berjanji memangkas jumlah ABG hamil hingga setengahnya dalam sepuluh tahun. Namun, berdasar data yang dirilis Badan Statistik Nasional minggu lalu, kehamilan remaja pada usia 18 tahunan tidak bisa diturunkan secara signifikan. (cak/ami)


Cak CR: Klo kehabisan pake tas kresek ae....
Posted by Kiasati On 11:09 PM No comments READ FULL POST

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Hugo Chavez melontarkan tudingan serius pada AS. Ia menengarai gempa bumi yang menimpa Haiti bukan gempa bumi biasa tetapi disebabkan oleh persenjataan milik AS.
Menurut Chavez, gempa yang mengguncang Haiti tanggal 12 Januari kemarin adalah dampak dari uji coba “senjata tektonik” yang dilakukan AS.
Surat kabar Spanyol yang terbit awal minggu ini mengutip pernyataan Chavez yang mengatakan bahwa AS sedang “bermain-main menjadi Tuhan” dengan membuat senjata yang mampu menimbulkan dampak seperti yang ditimbulkan bencana alam seperti gempa bumi.
Uji coba senjata “gempa bumi” itu, lanjut Chavez, dilakukan di lepas pantai Haiti sehingga menimbulkan gempa yang menewaskan 100.000 lebih penduduk Haiti. Spekulasi bahwa gempa berkekuatan 7 skala Richter yang menimpa Haiti bukan gempa biasa, juga dilansir oleh banyak media massa di Venezuela yang menduga gempa itu kemungkinan ada hubungannya dengan proyek HAARP yang sedang digarap AS.
HAARP atau High Frequency Active Auroral Research Program adalah sebuah sistem yang bisa menimbulkan perubahan iklim yang drastis dan ganas. Pusat penelitian HAARP berada di Alaska yang diarahkan pada rekonfigurasi lapisan yang menyelubungi bumi, ionosfer untuk meningkatkan komunikasi satelit.
Kecurigaan bahwa AS sedang mengembangkan senjata “perusak lingkungan” bukan tanpa alasan karena mantan Menteri Pertahanan AS William Cohen pada tahun 1997 pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap negara-negara yang mengembangkan senjata “teroris” yang bisa mengubah kondisi iklim, menimbulkan gempa bumi, gunung meletus dan sejenisnya dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.
Gempa di Chile juga dipergunjingkan oleh media yang kritis kepada AS, juga akibat teknologi HAARP. Chile, demikian menurut berita itu, punya cadangan minyak yang sangat besar, Karena itulah gempa dibuat di kawasan itu sehingga AS akan masuk dibuktikan dengan masuknya tentara AS, dan kemudian akan mengambil cadangan minyak itu. (Satwiko Rumekso)

Cak CR: Senjata untuk menghadapi 2012...
Posted by Kiasati On 11:07 PM No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Blog Archive

Blogger news