so beautiful, so colourfull

so beautiful, so colourfull
Showing posts with label Sain's. Show all posts
Showing posts with label Sain's. Show all posts

Anda mungkin sudah tahu kalau minuman bersoda dan jus buah kemasan dapat merusak gigi. Lebih tepatnya membuat gigi mudah keropos. Selain dua minuman tersebut, vitamin berbentuk tablet atau biasa disebut vitamin effervescent, juga memiliki dampak yang sama.
Hal itu menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Helsinki, Finlandia. Tim melakukan penelitian pada delapan jenis vitamin effervescent, dan semunya menimbulkan efek korosif pada gigi.
Vitamin tersebut membuat mineral yang terdapat pada gigi terlepas, sehingga membuatnya lebih rapuh, mudah keropos dan rentan terhadap pembusukan. Dalam studi tersebut, gigi direndam dalam minuman vitamin selama 100 jam. Penelitian menunjukkan vitamin tablet effervescent yang mengandung vitamin C dan kalsium tinggi, menyebabkan demineralisasi.
"Jika Anda minum vitamin tablet effervescent setiap hari, kondisi gigi akan melemah. Kerja gigi juga akan menjadi tidak optimal," kata Dr. Mervyn Druian, juru bicara British Dental Association, seperti vivanews kutip dari Daily Mail.
Kandungan asam sitrat dalam vitamin tersebut yang menjadi penyebab gigi rapuh. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of Baltimore Dental School. Erosi gigi disebabkan oleh larutan asam yang kontak dengan gigi. Hal itu karena pH kritis enamel gigi yaitu 5,5. Larutan dengan pH rendah dapat menyebabkan erosi gigi, terutama penggunaannya dalam jangka panjang atau jika diminum secara teratur.
Selama satu jam setelah Anda mengonsumsi vitamin, jus buah dalam kemasan, atau minuman bersoda,enamel gigi akan terus melunak. Selama periode tersebut, gigi menjadi lebih rentan terhadap korosi, sensitif dan mudah busuk. Terutama, jika Anda langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi minuman tersebut, karena akan cenderung malah mengangkat enamel gigi.
Posted by Kiasati On 10:03 PM No comments READ FULL POST

Indonesia - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara tahun 2012 hingga 2015. Saat itu akan terjadi badai matahari.
Meski perlu diwaspadai, badai itu tidak sampai menghancurkan peradaban di muka bumi. Yang paling dirasakan adalah perubahan iklim yang sanget ekstrem.

Fenomena ini berupa cuaca antariksa. Cuaca antariksa disebabkan aktivitas matahari yang melontarkan miliaran ton partikel, plasma berenergi tinggi, dan radiasi gelombang elektromagnetik. Lontaran partikel dan radiasi yang mengarah ke bumi akan mempengaruhi lapisan atmosfer, sistem teknologi, serta aktivitas manusia di antariksa dan bumi.

Matahari, kata dia, sebenarnya memiliki siklus dan tidak diam. Matahari mengalami ledakan-ledakan yang bisa sampai ke bumi. Selain itu, matahari memiliki berbagai aktivitas yaitu medan magnet, bintik matahari, flare (ledakan matahari), lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.

"Masyarakat banyak menghubungkan antara badai matahari tersebut dengan isu kiamat 2012 yang berasal dari ramalan Suku Maya. Ternyata, dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia," kata dia.

Efek badai tersebut yang paling utama akan dirasakan pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.

Efek lainnya, aktivitas matahari juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Ketika ativitas matahari meningkat, maka matahari akan memanas. Akibatnya, suhu bumi meningkat dan iklim berubah. Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim bumi. Dampak yang ekstrem peningkatan aktivitas matahari diduga dapat menyebabkan kemarau panjang. Namun, hal ini masih dikaji oleh para peneliti.

Untuk menenangkan masyarakat, Lapan akan mengadakan sosialisasi mengenai Fenomena Cuaca Antariksa 2012 hingga 2015 pada acara seminar Center for Remote Sensing and Ocean Sciences (Cresos) International Symposium on South East Asia and Pasific Environtemt Problems and Satellite Remote Sensing di Universitas Udayana, Bali
Posted by Kiasati On 6:02 PM No comments READ FULL POST

Pada 2013 diprediksikan akan terjadi badai Matahari, malapetaka bagi teknologi tinggi.

VIVAnews - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Rabu 10 Februari 2010 waktu setempat akan meluncurkan satelit pengamatan Matahari atau Solar Dynamics Observatory (SDO) dari stasiun Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

Satelit ini diharap bisa mengamati Matahari dengan lebih baik dan memberikan gambaran detil Sang Surya pada para ilmuwan - terutama untuk mengantisipasi efek negatif badai Matahari, yang diramalkan terjadi 2013 - yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia di Bumi.

Diketahui, badai Matahari bisa mendatangkan malapetaka bagi sistem teknologi tinggi. Badai matahari bisa menggangu navigasi GPS, sistem komunikasi satelit, dan komunikasi radio. Badai Matahari juga akan membahayakan astronot di luar angkasa.

Hingga saat ini, tidak ada cara untuk meramalkan kapan cuaca buruk di luar angkasa akan datang.

Namun, masih ada harapan. Melalui SDO, NASA akan mendapatkan banyak informasi tentang Matahari.

SDO akan mengorbit Bumi sekali setiap 24 jam, mengirimkan data secara terus-menerus pada para ilmuwan Matahari. SDO akan mengirimkan gambar dengan resolusi 10 kali lipat lebih baik dari kamera televisi tercanggih.

"Tantangan terbesar dalam misi ini adalah kecepatan data," kata Liz Citrin, manajer proyek SDO, seperti dimuat laman NASA, Selasa 9 Februari 2010.

"SDO, akan mengirim 1,5 terabyte informasi tiap harinya. Ini sama dengan men-download setengah juta lagu," lanjut dia.

Tim SDO merancang sebuah antena radio raksasa setinggi 18 meter di pangkalan pesawat luar angkasa White Sands Las Cruces - untuk menerima kiriman data.

Data itu kemudian akan dikirim ke para ilmuwan di Universitas Stanford di Palo Alto, California, University of Colorado di Boulder, dan di Laboratorium Lockheed Martin di Colorado.

"Memahami aktifitas Matahari adalah hal yang krusial bagi manusia modern," kata Madhulika Guhathakurta, ilmuwan SDO, seperti dimuat laman USA Today, Rabu 10 Februari 2010.

Matahari ternyata tidak konstan. "Teleskop modern dan pesawat luar angkasa menemukan gejolak luar biasa di permukaan Matahari," kata Guhathakurta.

Badai Matahari akan terjadi dalam siklus rata-rata 11 tahun ketika medan magnet Matahari berbalik arah.

Sementara, Direktur Richard Fisher, Direktur Divisi Heliophysics NASA di Washington mengatakan pengamatan yang lebih baik terhadap Matahari akan membantu manusia melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Jika kita lebih mengenal Matahari, kita akan mampu mengatur sistem tenaga untuk menghindari akibat terburuk," kata dia.
Posted by Kiasati On 5:54 PM No comments READ FULL POST

Rilis ini adalah yang terbesar, karena terdiri dari 6.000 lembar materi dari 1994-2000.
Inggris - Pemerintah Inggris merilis file-file rahasia penampakan makhluk luar angkasa atau UFO, Kamis 18 Februari 2010.

File-file ini adalah satu dari lima koleksi rekaman UFO yang dirilis Kementerian Pertahanan dan Badan Arsip Nasional Inggris. Rilis ini adalah yang terbesar, karena terdiri dari 6.000 lembar materi yang didapat sejak 1994 hingga 2000.

Seperti dimuat laman CNN, salah satu yang tertera dalam file ini adalah penglihatan seorang pria di Birmingham, Inggris pada Maret 1997. Dia mengaku pulang kerja pada pukul 04.00 dini hari. Saat itu dia melihat benda besar berbentuk segitiga biru di kebun belakang rumahnya.

Situasi saat itu sunyi senyap, tapi anjing-anjing peliharaan tetangganya terus menggonggong. Penampakan hanya sejenak, kurang lebih tiga menit. Ketika benda itu pergi, meninggalkan benda seperti sutra berwarna putih di puncak pepohonan. Pria itu mengaku menyimpan beberapa di toples miliknya. Namun, tak jelas apa yang terjadi pada stoptles tersebut.

Dokumen yang lain berasal dari Januari 1997. Seorang pria yang sedang menyetir mobil pulang di selatan Wales mengatakan dia melihat tabung cahaya turun dari langit. Saat itu, dia mengira bintang-bintang menghambur ke arahnya.

Telepon genggam dan radio mobil tak menyala, dia lalu keluar dan berjalan menuju cahaya. Laporan itu mengatakan dia bisa kembali ke mobilnya, lalu tiba-tiba dia merasa kesakitan.

Setelah kejadian ini, dia menderita penyakit kulit dan harus ke dokter. Sementara mobil yang ditinggalkan kotor dan tertutup debu.

Laporan yang lain berisi kesaksian sekelompok orang. Salah satunya tertanggal Agustus 1997, lima nelayan trawl di Laut Utara melaporkan melihat benda bulat, lempeng, dan bercahaya melayang di udara.

Mereka melihat benda itu dengan mata telanjang, juga melalui teropong. Laporan itu memberi penegasan, 'saksi-saksi sangat skeptis dengan keberadaan UFO'.

Para saksi lalu melacak lewat radar beberapa detik sebelum benda itu raib.

Para petugas polisi di Boston, Inggris dan Skegness menangkap gambar UFO di video. Dalam waktu bersamaan Royal Air Force mendeteksi 'blib' tak dikenal di radar mereka.

Di waktu bersamaan, pada Oktober 1996, para petugas polisi melihat spiral berwarna biru, merah, hijau, dan cahaya hijau di langit. Sebuah kapal di teluk Wash juga melihat cahaya aneh itu.

Laporan UFO di era 1990-an berbeda dengan era sebelumnya. Jika saat ini digambarkan UFO sebagai benda besar, hitam, dan segitiga, laporan di tahun 1940-an dan 1950-an menggambarkan UFO seperti piring atau benda berbentuk cakram.

David Clarke, penulis buku berjudul' The UFO File ' mengatakan penglihatan anyar soal UFO diduga terpengaruh acara-acara TV 'The X-Files' dan film-film seperti 'Independence Day.'

"Sangat tak mungkin untuk membuktikan hubungan langsung antara apa yang dilihat dan dibaca dengan laporan UFO. Namun, itu bisa mempengaruhi interpretasi mengenai apa yang orang lihat di langit," kata dia.

Sebuah hasrat tentang coklat mungkin telah mempengaruhi penglihatan lain, yaitu sebuah 'UFO berbentuk Toblerone'.
Posted by Kiasati On 5:51 PM No comments READ FULL POST

Mexico - Sungai di dalam laut. Secara ilmiah itu tidak mungkin terjadi. Seorang penyelam, Anatoly Beloshchin, mengambil gambar 'sungai di dalam laut' dari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico.

Seperti dilansir crystalkiss.com, di kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut mulai melewati kedalaman 60 meter.

Beberapa meter dari lokasi itu akan ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu.

Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan.

Tapi tunggu dulu, warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.

"Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida," kata Anatoly.
Posted by Kiasati On 5:34 PM No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Blog Archive

Blogger news